Laporan Praktikum 9
Pemrograman Web

Pendahuluan

Pada praktikum ini dilakukan pembuatan aplikasi Sistem Informasi sederhana menggunakan framework Laravel 12. Praktikum dimulai dari pembuatan project Laravel, konfigurasi database, pembuatan sistem autentikasi, penggunaan template SB Admin 2, hingga implementasi fitur CRUD User.

Laravel 12 menyediakan berbagai fitur yang memudahkan proses pengembangan aplikasi web seperti routing, migration, seeder, blade template, middleware, dan ORM Eloquent. Dengan memanfaatkan fitur-fitur tersebut, aplikasi dapat dibangun dengan struktur yang lebih rapi dan mudah dikembangkan.


Tujuan Praktikum

  • Memahami proses instalasi dan konfigurasi Laravel 12.
  • Memahami koneksi Laravel dengan database MySQL.
  • Mengimplementasikan sistem login dan autentikasi.
  • Menggunakan template SB Admin 2 pada Laravel.
  • Membuat fitur CRUD User.
  • Memahami penggunaan Route, Controller, Model, dan View.

Alat dan Bahan

  • Windows 10/11
  • XAMPP
  • Visual Studio Code
  • Composer
  • Laravel 12
  • MySQL
  • Browser
  • Template SB Admin 2

Langkah-Langkah Praktikum

1. Membuat Project Laravel 12

Langkah pertama adalah membuat project Laravel baru menggunakan Composer. Setelah proses instalasi selesai, aplikasi dijalankan untuk memastikan project berhasil dibuat dengan baik.

Project Laravel

Tampilan di atas menunjukkan halaman awal Laravel yang menandakan project berhasil dibuat dan dijalankan.


2. Membuat Database

Database dengan nama laravel_sisfo dibuat melalui phpMyAdmin. Database ini nantinya digunakan untuk menyimpan seluruh data aplikasi.

Database

Setelah database dibuat, konfigurasi koneksi database dilakukan pada file .env.


3. Konfigurasi Koneksi Database

Laravel dikonfigurasi agar dapat terhubung dengan database MySQL yang telah dibuat sebelumnya. Konfigurasi dilakukan melalui file .env dengan menyesuaikan nama database, username, dan password.

Konfigurasi Database
4. Membuat Authentication

Authentication digunakan agar pengguna harus login terlebih dahulu sebelum mengakses halaman dashboard. Setelah authentication berhasil dibuat, Laravel menyediakan halaman Login dan Register secara otomatis.

Login Register
5. Menjalankan Migration

Migration dijalankan untuk membuat tabel-tabel yang dibutuhkan pada database, termasuk tabel users yang digunakan dalam proses autentikasi.

Migration
6. Modifikasi Tabel Users

Struktur tabel users disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dengan menambahkan beberapa field seperti username, level, dan status.

Tabel Users

Field tambahan ini digunakan untuk menyimpan informasi akun dan hak akses pengguna.


7. Membuat Seeder Admin

Seeder dibuat untuk menambahkan akun administrator secara otomatis ke dalam database sehingga pengguna dapat langsung melakukan login tanpa registrasi terlebih dahulu.

Seeder Admin Berhasil Ditambahkan
8. Login Menggunakan Akun Admin

Setelah data admin berhasil ditambahkan, proses login dilakukan untuk memastikan akun dapat digunakan dengan baik.

Login Admin
9. Mengintegrasikan Template SB Admin 2

Template SB Admin 2 digunakan untuk mempercantik tampilan aplikasi sehingga dashboard terlihat lebih profesional dan mudah digunakan.

SB Admin
10. Membuat Layout Dashboard

Layout dashboard dibangun menggunakan komponen sidebar, topbar, dan content wrapper. Layout ini menjadi template utama yang digunakan pada halaman setelah login.

Layout Dashboard
11. Membuat Sidebar dan Topbar

Sidebar digunakan sebagai menu navigasi sedangkan topbar digunakan untuk menampilkan informasi pengguna yang sedang login.

Sidebar Sidebar Topbar Topbar
12. Membuat Halaman Dashboard

Halaman dashboard dihubungkan dengan layout utama sehingga seluruh komponen tampilan dapat ditampilkan secara konsisten.

Dashboard
13. Membuat CRUD User

Selanjutnya dibuat fitur CRUD User yang memungkinkan administrator menambah, melihat, mengubah, dan menghapus data pengguna.

Daftar User Daftar User Daftar User
14. Menambahkan Data User

Form tambah user digunakan untuk memasukkan data pengguna baru ke dalam database.

Tambah User Tambah User Tambah User
15. Mengubah Data User

Fitur edit memungkinkan administrator memperbarui data pengguna yang telah tersimpan sebelumnya.

Edit User Edit User Edit User
16. Menghapus Data User

Fitur delete digunakan untuk menghapus data pengguna yang tidak diperlukan lagi dari sistem.

Delete User Delete User Delete User
17. Tampilan Akhir Aplikasi

Setelah seluruh proses selesai, aplikasi berhasil menjalankan fitur autentikasi, dashboard SB Admin 2, dan CRUD User yang terhubung dengan database MySQL.

Hasil Akhir

Hasil Pengujian dan Kendala

Pengujian dilakukan dengan mencoba proses login, menambah user, mengubah data user, dan menghapus user. Seluruh fitur berhasil dijalankan dengan baik dan data tersimpan ke database sesuai kebutuhan.

Kendala yang ditemukan selama praktikum adalah error saat proses seeding karena field level belum memiliki nilai. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan menambahkan field level pada data yang dimasukkan oleh seeder.


Kesimpulan

Praktikum ini berhasil membangun aplikasi Sistem Informasi sederhana menggunakan Laravel 12. Melalui praktikum ini dipelajari proses instalasi Laravel, konfigurasi database, pembuatan autentikasi, penggunaan template dashboard, serta implementasi CRUD User. Hasil akhir menunjukkan bahwa Laravel mampu membantu pengembangan aplikasi web secara terstruktur dan efisien.


Lihat Repository GitHub